Pawai Obor Tahun Baruan
Pawai Obor Tahun
Baruan…
Hari ini adalah
tahun baru islam, tepatnya tanggal 1 muharram 1429 H. Seperti biasa para santri
di sekitar kampus stt telkom, tadi malam, melakukan pawai obor dalam rangka
menyambut tahun baru hijriah ini. Pawai obor ini pun dilakukan oleh para santri
di berbagai pelosok indonesia lainnya.
Mengenai
kegiatan pawai obor ini saya teringat pengalaman masa lampau disaat saya masih
bersemangat untuk beraktivitas bersama adik-adik TPA. Dahulu saya pernah
mengajar mengaji adik-adik di TPA An-Nuur Desa Sukabirus…sebenernya saya
melakukan ini terpicu oleh tugas besar MPAI 2003 kelompok I-17 (klo tidak
salah kelompok saya yaitu I-17 bersama fikri, ridwan, yannas, gandung, aulia,
sofyan, rama, dan lukman) dimana kelompok kami kebagian tugas mengajar di
TPA An-Nuur dengan pembimbing kami yaitu mas Rian, mas Didi, mas taufik, mas
Andhik, dan mas Yudi. Padahal saat itu saya ngga banget deh mengaji,,tiba-tiba
tugasnya mengajar mengaji…wewww,,tapi karena yang dihadapi adalah bocah-bocah
yang paling tua hanya sebatas kelas 6 SD ya saya hayu saja…(padahal
ngajarnya ngga bener..wahahaha….astaghfirullah).
Di An-Nuur saya
dipanggil adik-adik dengan sebutan ‘kak sunda’, soalnya diantara mahasiswa
disana yang keluar logat sundanya cuman saya…. J
Di An-Nuur pun
saya tidak bertahan lama,,karena ternyata susah juga ya ngajar mengaji,,apalagi
yang saya takutkan adalah harus menambah hafalan surat…hehehe. Anak-anak
disana cepet banget hafalan suratnya, sampai-sampai saya malu sendiri karena
saya sendiri belum hafal surat pendek yang agak panjang (juz 30, bagian awal-tengah).
Ditambah pada saat itu saya sudah tidak tinggal di asrama lagi, melainkan sudah
pindah ke kost di sukapura….malas juga jalan pulang-pergi dari Sukapura ke
Sukabirus…..Akhirnya saya dan ridwan meminta ijin untuk ditransfer dari
An-Nuur ke Bahru Al-Ilmi.
Di Bahru Al-Ilmi
yang notabene sangat amat dekat dengan kost saya ternyata tantangannya tidak
lebih ringan dibandingkan di An-Nuur…karena disini oleh pak Ateng selaku
ketua DKM, saya dan ridwan diamanahkan untuk mengajar pelajaran sekolah juga,
seperti matematika, IPA, bahasa inggris, bahasa Indonesia, dan IPS tiap minggu
siang, disamping mengajar mengaji sesuai jadwal biasa…..weleh,,weleh,,,
Nah pada saat
tahun baru 1425 hijriah, tepatnya pada awal tahun 2004 masehi, saya
berpartisipasi dalam kegiatan pawai obor ini…dahulu ramai sekali,,tidak
seperti sekarang yang terasa sangat sepi. Dahulu sebelum mulai pawai, ada
perlombaan dahulu yang diikuti para santri seperti lomba memukul bedug, lomba
nasyid, lomba pidato, dan lomba adzan. Setelah selesai barulah melakukan pawai
sekitar jam 9 hingga jam 10 malam.
Peserta pawai
obor ini adalah para santri yang dibina oleh TPA disekitar kampus STT Telkom,
antara lain TPA Bahru Al-Ilmi sebagai tuan rumah dan lokasi start-finish pawai
obor, TPA Miftahun Naja Sukapura, TPA Al-Mukhlisin PGA, TPA Istiqomah
Sukabirus, TPA An-Nuur Sukabirus, dan beberapa TPA lainnya yang saya lupa
namanya (secara saya tidak hafal semua nama masjid di Sukapura dan
sekitarnya). Saya bersama beberapa mahasiswa lainnya yang turut aktif di
TPA dan juga bersama warga masyarakat yang turut membina TPA di daerahnya turun
ke jalan dan memposisikan diri sebagai benteng agar para santri yang notabene
masih bocah dan ibu-ibu pengajian dapat berbaris secara teratur saat pawai obor
berjalan. Sehingga meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ada
anak yang hilang atau kecelakaan, atau bahkan ada penyusup dan provokator…???
Adapun rute dari
pawai obor ini (dahulu) yaitu dimulai dari depan masjid Bahru Al-Ilmi
menuju bunderan STT lalu menuju kampus STT,,setelah itu melalui jalan raya
Sukabirus menuju pangkalan angkot kalapa-mengger. Kemudian berjalan di jalan
raya menuju Bojongsoang hingga ke daerah Cipagalo tepatnya di belokan yang
menuju kearah Sukapura (klo sekarang ada plang SMA 1 Dayeuhkolot) dan
berakhir di depan masjid Bahru Al-Ilmi lagi….Namun saat itu dirasa waktu
sudah terlalu malam, sehingga rute diubah dari Bojongsoang belok di gerbang
STT menuju bunderan STT dan kembali ke
Sukapura.
Ya itulah
seputar cerita mengenai pawai obor yang pernah saya ikuti, dibumbui dengan
pengalaman saya di TPA A-Nuur dan TPA Bahru Al-Ilmi.
Kota pekanbaru
luas tanahnya,,klo bercerita kurang seru bila tidak diiringi hikmahnya… J
Dari kegiatan
pawai obor ini saya melihat ada beberapa poin hikmah yang dapat diambil, yaitu:
1. menggali
potensi adik-adik santri TPA melalui perlombaan yang ada
2. mempererat
tali silaturahmi antar TPA yang ada di sekitar STT
3. mengingatkan masyarakat yang lupa akan tahun baru hijriah
4. membiasakan
diri peserta untuk disiplin melalui pengaturan dalam barisan pawai
5. membawa
suasana ke era terdahulu yang sederhana disaat penerangan masih dengan
menggunakan obor
6. mendidik para
santri bahwa kehidupan harus dijalani dengan penuh kesabaran, rencana yang
matang melalui perjalanan membawa obor dijalanan
Sekian dan terimakasih,
Ruli Ghazali