Archive for June, 2008

12 bulan di Kalender Hijriyah

Tuesday, June 17th, 2008

Kalender
Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender yg
biasa (kalender Masehi) digunakan yg menggunakan peredaran matahari. Kalender
Islam seringkali dikenal sebagai kalender Hijriyah.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Umar bin Khatab, yg menetapkan
peristiwa hijrahnya Rasululloh SAW (ditemani Abu Bakar) dari Mekah ke Madinah.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 -
30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman ALLOH SWT,”Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana
mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah(9):36).

1. Muharram. Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram,
DILARANG untuk berperang.
2. Shafar. Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau
berperang.
3. Rabi’ul Awal, artinya masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).
4. Rabi’ul Akhir, artinya akhir masa menetapnya kaum lelaki.
5. Jumadil Awal, artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim
kering.
6. Jumadil Akhir, artinya akhir kekeringan. Dengan demikian, musim kering
berakhir.
7. Rajab, artinya mulia. Jaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.
8. Sya’ban, artinya berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari
nafkah.
9. Romadhon, artinya sangat panas. Bulan yg memanggang (membakar) dosa, karena
di bulan ini kaum Mukmin diharuskan berpuasa/shaum sebulan penuh.
10. Syawal, artinya kebahagiaan.
11. Zulqaidah, artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.
12. Zulhijjah, artinya yg menunaikan haji.

referensi:
http://tausyiah275.blogsome.com
http://achfan.multiply.com/reviews/item/59/Nama-nama_Bulan_Dalam_Tahun_Hijriyah_dan_Artinya

Insiden Monas 1 Juni 2008

Sunday, June 15th, 2008

gw setuju Front Pembela Islam
(FPI) emang salah karena menyerang elemen Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan
Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), bukan Ahmadiyahnya…karena AKKBB itu
merupakan gabungan berbagai elemen. Tidak kurang dari 50 ormas tergabung dalam
AKKBB, termasuk Jaringan Islam Liberal
(JIL), Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia,
bahkan ormas umum lainnya seperti kedaerahan dan agama selain Islam pun ada. Dan
aksi yg dilakukan oleh AKKBB itu mengangkat isu yg intinya utk kebebasan
beragama dan berkeyakinan di Indonesia dan mendukung Ahmadiyah.

 

Sebelumnya saya mengungkit pertanyaan awal yg diajukan yaitu
dukung mana antara FPI atau AKKBB. Sebenarnya saya juga bingung dukung yang mana,
hanya saja klo boleh memilih berdasarkan data faktual yg saya cari saya lebih
memilih mendukung FPI. (bukan berarti saya anggota FPI lho,,dan bukan
berarti juga saya suka anarkisme,,hahahaha
) Mengapa? Hal ini karena:

  1. Aksi AKKBB tidak dilakukan seijin pihak kepolisian dan
         rencana awal aksi AKKBB akan dilaksanakan di Bundaran HI bukan di Monas. FYI,
         aksi atau demo itu harus seijin polisi agar polisi bisa menertibkan
         keadaan, seperti meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan raya dan
         mencegah adanya tindak anarkis. Klopun ada aksi yg tanpa ijin, pasti
         bakalan langsung dibubarkan ditempat. Oleh karena itulah kenapa media pada
         tau klo pd hari dan tanggal tertentu bakalan ada aksi dari mana, siapa,
         dimana, bagaimana jalurnya, dan mengangkat isu ttg apa. Klo aksi yg
         dilakukan terkait dgn kepentingan negara, polisi akan membuat batasan area
         aksi yg disebut ring yg berjumlah 4 ring. Ring 1 adalah ring terluar
         sementara ring 4 adalah ring terdalam. Batas massa boleh melakukan aksi
         adalah ring 2, jadi jika massa masuk ke ring 3 maka polisi telah
         diinstruksikan utk tembak ditempat thd massa yg melanggar tsb.
  2. Aksi yg dilakukan oleh FPI itu mengangat 5 isu yg 2
         diantaranya yaitu terkait dgn kenaikan BBM dan pembubaran Ahmadiyah. Sementara
         AKKBB jelas berlawanan ttg Ahmadiyah ini. Dan telah jelas pula qt ketahui
         Ahmadiyah ini bukan Islam tetapi mengaku-ngaku Islam…coba mereka membuat
         agama sendiri dan tidak mengaku Islam, khan tidak perlu ada Fatwa MUI dan
         pembubaran Ahmadiyah.

Selain itu ada juga yg tidak saya dukung ttg FPI, yaitu
karena:

  1. FPI mudah diprovokasi. Provokasi ini dilakukan oleh
         massa AKKBB yg menyebut Laskar Islam dgn Laskar Syetan.
  2. FPI menyerang seluruh massa AKKBB yg terdapat ibu-ibu
         dan anak-anak sebagai border terdepan dgn tindak anarkis. FYI, saat
         aksi/demo dibuat beberapa border atau lapisan massa, dimana border
         terdepan dan terluar biasanya diisi oleh massa dgn fisik yg kuat, hal ini
         agar apabila terjadi bentrokan maka border terluar sajalah yg kena.
         Sementara border terdalam diisi oleh massa yg fisiknya lemah seperti
         wanita dan anak-anak. Nahhh,,AKKBB ini malah menempatkan sebagian ibu-ibu
         dan anak-anak sebagai border terdepan/terluar..parah bet…

selain itu, ada hal lain yg cukup menarik, yaitu:

  • FPI tidak terdaftar sbg ormas, jadi memang tidak bisa
         dibubarkan karena FPI bukan ormas yg resmi di negara Indonesia. klopun
         Pemerintah hendak melakukan tindakan cukup dgn melarang berbagai kegiatan
         FPI dgn PP, dan klo yg terkait dgn insiden monas ya seperti yg diutarakan
         oleh mas piul, tangkap anggota Laskar Islam yg melakukan penyerangan dan
         anggota AKKBB yg melakukan provokasi. Selain itu, perlu diusut pula dalang
         politik yg mengotaki insiden ini….
  • Isu yg sebelum insiden ini sedang ramai seperti
         kenaikan BBM, penerbitan SKB 3 Menteri ttg Ahmadiyah, penutupan Namru 2,
         dan privatisasi beberapa perusahaan BUMN menjadi pyur
         hilang,,,blas..blas….bahkan yg awalnya pembubaran Ahmadiyah berubah
         menjadi pembubaran FPI. Sudah jelas FPI tidak bisa dibubarkan pemerintah
         karena tidak terdaftar sbg ormas resmi, beda dgn Ahmadiyah yg terdaftar
         sbg ormas resmi…cukup diproses saja orang-orang yg terkait dgn insiden
         monasyg tadi…

okeh, sekian ulasan dari saya. Mohon maap bila ada yg kurang berkenan. terima
kasih :D
referensi: